kala malam menyudutkanku pada satu ruang
dibawah hamparan langit hitam
jiwaku mulai bergeming
aku merasa tak ada bisikan lain selain sepi
yaa.. masih pada malam
dimuka jendela tua
aku duduk termangu
sambil menjejakan angan pada balutan langit tua
sesekali ku dengar...
ada nafas angin yang berhembus melawan sepi
kala itu aku sendiri..
sembunyi...
terhimpit dua naluri...
katakan saja aku sepi...
sepi yang melumat habis bidukku
hingga tak tersisa
katakan saja aku haus...
haus akan senyawa bah pelerai pilu
bagai ruang tak terjamah
kurasakan heningnya malam
hampir tertumpah ruah
merasuki tabir-tabir sudut gelap malam
masih pada malam...
aku masih sembunyi
sembunyi ditelan sunyi
mungkin...
sampai tak lagi ku temukan pagi
atau bahkan...
hingga raga pun tak lagi bertuan
sebab aku mati oleh sepi.